MAAF ! kata itu pernah terucap dari bibir ku, ketika itu aku menyesali semua kesalahan ku. sungguh ! maaf itu bukan hanya sekedar kata yg terucap di bibir ! itu perasaan tulus dari hati seorang wanita, yaaaa wanita yg saat ini kau sakiti sayang !
kau boleh tertawa terbahak2 sekarang karna kbodohan ku :), permainan mu bersih ! sedikit pun logika ku tak dapat membaca alur permainan mu. tak mungkin rasanya hatimu luluh hanya karna 1 kata maaf dariku, dan aku pun begitu bodohnya percaya dengan semuanya. aku begitu bahagia dng permulaan hub. kita yang baru. begitu damai tanpa masalah dan kebohongan, janji manis yg kau ucap begitu indah untuk ku dengar, ku ingat, ku rekam dan ku tunggu untuk kau tepati .
dan sekarang ? untuk kesekian kalinya kecewa itu menghampiriku . tanpa beban kau ucapkan keinginanmu untuk berhenti mencintaiku dan kau meminta ku untuk belajar menganggap mu sebagai teman. TEMAN ? jngkan teman untuk mengingat nama mu saja aku tak mampu lagi.
ku tutup mata ini dan berharap aku melupakan persaan sayang yg begitu besar untukmu, berkali2 aku mencoba menutup mata, dan hasilnya NOL !
aku menangis, dan seketika itu juga rasa itu berubah menjadi benci, yaaa demi tuhan aku begitu membencimu !
aku bergumam kecil "semoga hari2 mu selalu di penuhi karma !"
dan sekarang ingin rasanya aku mendatangimu tersenyum dan berkat "hey, pendusta hati SELAMAT ! kau sukses permainkan hati ini !"
kau boleh tertawa terbahak2 sekarang karna kbodohan ku :), permainan mu bersih ! sedikit pun logika ku tak dapat membaca alur permainan mu. tak mungkin rasanya hatimu luluh hanya karna 1 kata maaf dariku, dan aku pun begitu bodohnya percaya dengan semuanya. aku begitu bahagia dng permulaan hub. kita yang baru. begitu damai tanpa masalah dan kebohongan, janji manis yg kau ucap begitu indah untuk ku dengar, ku ingat, ku rekam dan ku tunggu untuk kau tepati .
dan sekarang ? untuk kesekian kalinya kecewa itu menghampiriku . tanpa beban kau ucapkan keinginanmu untuk berhenti mencintaiku dan kau meminta ku untuk belajar menganggap mu sebagai teman. TEMAN ? jngkan teman untuk mengingat nama mu saja aku tak mampu lagi.
ku tutup mata ini dan berharap aku melupakan persaan sayang yg begitu besar untukmu, berkali2 aku mencoba menutup mata, dan hasilnya NOL !
aku menangis, dan seketika itu juga rasa itu berubah menjadi benci, yaaa demi tuhan aku begitu membencimu !
aku bergumam kecil "semoga hari2 mu selalu di penuhi karma !"
dan sekarang ingin rasanya aku mendatangimu tersenyum dan berkat "hey, pendusta hati SELAMAT ! kau sukses permainkan hati ini !"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar